jump to navigation

Hepatitis (Liver) Tidak Bisa Disembuhkan??? March 23, 2011

Posted by Arysco in Kesehatan, Pengetahuan.
trackback

Banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit hepatitis atau yang juga dikenal dengan nama liver tidak dapat disembuhkan total sehingga orang yang pernah mengidap penyakit ini harus menghindari aktifitas berat yang dapat memicu kambuhnya penyakit ini. Apakah anggapan ini benar?? BENAR dan SALAH. Lho?? Kok bisa benar dan salah??

Pertama kita lihat dulu dari definisi Hepatitis.

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ). Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, sepertimononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.
Jadi untuk pasien yang pernah terjangkit hepatitis A, pasien tidak perlu khawatir akan kambuhnya penyakit tersebut setelah lewat dari masa 12 minggu. Namun untuk batas amannya sebaiknya menghindari aktifitas yang terlalu berat dalam masa 6 bulan.

Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

Hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C

Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif. Hepatitis D menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat.

Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.

Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.

Jadi, untuk pasien yang “hanya” mengidap hepatitis A tidak perlu khawatir akan keterbatasan aktifitas pasca terjangkit penyakit ini. Yang paling penting adalah istirahat total selama masa penyembuhan (1-3 minggu, sampai nilai SGOT, SGPT, dan bilirubin kembali normal) dengan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan protein. Serta menghindari makanan yang mengandung lemak atau pedas. Selama masa recovery (minggu ke-4 sampai 6/12, tergantung kondisi setiap pasien, setelah pertama kali penyakit terdeteksi) sebaiknya tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat dan menjaga makanan yang dikonsumsi.

Sumber:
1. http://www.infeksi.com/articles.php?lng=en&pg=37
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis

Comments»

1. Karunia Mulia Group - March 25, 2011

assalamualaikum Selamat malam
Blognya bagus sekali untuk inspirasi, artikelnya juga menarik dan oke banget untuk dishare dengan yang lain.

Ditunggu kunjungannya untuk saling tukar informasi di http://grosirsandalsehat.wordpress.com

terima kasih banyak

2. funny watulingas - October 1, 2011

Hallo,

Salam kenal,
Saya funny..kmrn saat medical check up ukuran (saya krg ngerti istilahnya) 86 & dokter bilang sy menghidap hepatitis. Dan dokter bilang maximal ukuran normal 50. Mohon infonya Yg saya mw tanyakan..apakah angka 86 itu sdh tergolong berbahaya? Trims

Arysco - October 3, 2011

Hallo salam kenal juga.. SGOT dan SGPT ya?? Klo 86 masih belum berbahaya… Waktu saya dulu baru terdeteksi setelah mencapai angka +-1500an :D…
Tapi alangkah baiknya kalau tetap dijaga agar masih dalam batas normal.. Jangan melakukan aktifitas berat dulu seperti olahraga selama 1 minggu, konsumsi makanan yang bernutrisi sebanyak mungkin dan kurangi, bahkan kalau bisa hindari, makanan berminyak, istirahat cukup, dan lebih baik lagi jika bisa ditambah dengan konsumsi madu..

mita - December 13, 2011

salam kenal jg yah kalo 1500 udah parah donk klo kakak saya 600 saya mau tanya obatnya apa yah??

3. dede - May 4, 2012

Haii,,saya dede, waktu saya tes kesehatan utk bekerja saya gagal karna menurut hasil saya positif terkena hepatitis b. Setelah saya periksa kembali d rs,dokter blg hepatitis b saya aktif dan tidak bisa dsembuhkan,apakah benar tdk ada obatnya??trims

4. kim - March 6, 2013

askum saya kim sgot nsgpt saya 600 tapi badan saya sehat tolong beri solusi nya

5. ira - July 3, 2013

Dok,kmrn cek up lab dan di vonis positif hepatitis B dgn hbsag 1597.apakah itu berbahaya dan parah dok?mohon penjelasannya,makasih atas bantuannya sebelumnya

6. Vera - December 20, 2013

test hbsag saya 50.13 –> metode eclia
SGOT 19
SGPT 14
Hbeag non reaktif
anti-hbe reaktif

apakah hep b saya dapat disembuhkan?

7. Hikmah faisal - May 25, 2014

Saya mau menanyakan anak saya usia 11th sekarang ini mata kuning kecing merah seperti teh tp dia tidak lesu,mual mencret jd apa yg harus saya lakukan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: